Tentang Kami

KENAPA SIH ORANG KADANG MENGELUH STREES?
Seberapa sering kamu mendengar atau bahkan mengucapkan sendiri, “duh, aku lagi stres nih!”?
Kalau sudah begini, biasanya juga akan disertai dengan bad mood yang membuat malas
melakukan apa pun dan bahkan gangguan fisik lain seperti badan yang pegal, pusing, dan lain-
lain.
Stres bukannya muncul tanpa alasan dan pertanda. Ada begitu banyak faktor yang
menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini. Masing-masing persona pun memiliki batas
stres tertentu yang tidak sama dengan lainnya,
1. Stres adalah respon alami tubuh
Sesungguhnya, stres merupakan respon natural tubuh untuk melawan bahaya. Ketika dalam
keadaan terdesak atau tertekan, tubuh akan melakukan sekresi hormon tertentu sebagai bentuk
konfrontasi terhadap ‘bahaya’ tersebut. Semakin tinggi level tekanan yang dirasa, semakin
banyak tubuh akan memproduksi kortisol, adrenalin, dan nonadrenalin.
2. Faktor pemicu sangat beragam
Apa pun bisa menjadi penyebabmu mengalami stres. Kamu bisa saja merasa tertekan karena
pekerjaan, tugas kuliah, kondisi finansial, hubungan dengan orang lain pacar, keluarga, maupun
orang lain, dan lain-lain. Terutama bagi orang-orang yang kerap menuntut kesempurnaan alias
perfeksionis, risiko stres yang akan dialami cenderung lebih besar.
3. Stres memberikan efek jelas pada fisik
Efek samping dari stres yang bisa juga dilihat sebagai gejala bahwa kamu sedang berada dalam
kondisi tertekan memberi perubahan baik pada fisik, emosi, maupun perilaku. Secara fisik
contohnya, detak jantung berdetak lebih kencang, sakit kepala, pingsan, nyeri otot, kehilangan
gairah (libido), gangguan pada tidur, pencernaan yang terganggu, tekanan darah tingi, hingga
rasa sakit pada punggung atau dada.
4. Selain itu, emosi dan perilaku juga ikut terkena imbasnya
Perhatikan saat kamu atau orang di sekitar mengalami stres. Biasanya, perubahan emosional
juga terlihat, seperti marah, sedih, susah berkonsentrasi, mudah tersinggung, cemas, depresi,
sering merasa insecure, lelah terus menerus, bahkan jadi mudah lupa. Di samping itu,
perubahan perilaku yang mudah diamati antara lain perubahan pada pola dan nafsu makan,
lebih sering menangis, merokok lebih banyak, dan lain-lain.
5. Stres akut merupakan stres yang paling banyak terjadi
Stres akut merupakan stres yang berlangsung dalam waktu singkat dan paling banyak dialami
individu. Biasanya, stres akut terjadi karena tekanan yang baru saja terjadi atau hal-hal yang
meresahkan dalam beberapa waktu ke depan, seperti deadline pekerjaan atau tugas. Biasanya,
dampak yang dihasilkan adalah sakit kepala maupun rasa tidak nyaman pada perut dan dapat
kembali pulih setelah masalah selesai.
6. Kalau kurang bijak dalam manejemen, stres akut bisa jadi episodik
Kalau stresnya berulang-ulang, boleh jadi kamu sudah sampai pada tahap stres akut episodik.
Biasanya penderita kondisi ini memiliki banyak komitmen atau tanggungan, tetapi tidak mampu
mengorganisasinya dengan baik. Kalau sudah begini, risiko tekanan darah tinggi dan penyakit
jantung juga ikut meningkat.
7. Tahap paling berbahaya: stres kronis
Tipe stres ini merupakan tipe yang paling berbahaya dan berlangsung dalam jangka waktu
panjang. Penyebab utamanya dapat berupa trauma atau kondisi tidak menyenangkan yang
terlalu lama seperti pernikahan yang tidak bahagia, broken home, dan sebagainya. Yang lebih
berbahaya, stres kronis bisa jadi tidak disadari saking lamanya telah berlangsung dan tidak
jarang mengarah pada tindakan bunuh diri, kekerasan, serangan jantung dan stroke.
8. Diagnosis yang kompleks
Melakukan diagnosis stres terutama pada penderita stres kronis bukanlah hal yang mudah.
Selain pengukuran biokimia, dibutuhkan pula kuisioner dan pendekatan psikologis. Tentu saja,
cara terbaik untuk melakukan diagnosis ini adalah dengan melakukan interviu langsung yang
komprehensif.
Siapa saja bisa mengalami stres, kapan pun dan di mana pun. Untuk menghindari terjadinya
risiko yang lebih besar, usahakan untuk selalu bersikap positif, memiliki kemampuan manajerial
yang baik, berkumpul dengan lingkungan yang membangun, dan memiliki gaya hidup sehat
termasuk berolahraga dan istirahat dengan cukup.